PERAN PERANGKAT ADAT DALAM MEKANISME PERCERAIAN PADA MASYARAKAT DAYAK AHE DI DUSUN MANUR SEPARE KABUPATEN LANDAK

Marbun, Sri Devy (2026) PERAN PERANGKAT ADAT DALAM MEKANISME PERCERAIAN PADA MASYARAKAT DAYAK AHE DI DUSUN MANUR SEPARE KABUPATEN LANDAK. Skripsi thesis, Universitas OSO.

[thumbnail of BAB I & V SRI DEVY MARBUN.pdf] Text
BAB I & V SRI DEVY MARBUN.pdf
Restricted to Registered users only until 11 August 2027.

Download (1MB)
[thumbnail of BAB II, III, & IV SRI DEVY MARBUN.pdf] Text
BAB II, III, & IV SRI DEVY MARBUN.pdf
Restricted to Registered users only until 11 August 2027.

Download (389kB)

Abstract

Proses perceraian secara adat diberbagai daerah biasanya diawali dengan upaya damai atau mediasi antar pihak, dengan melibatkan tokoh adat, pemuka agama, dan keluarga. Tujuannya adalah untuk menghindari putusnya hubungan perkawinan tanpa pertimbangan matang. Perceraian di masyarakat Dayak Ahe Dusun Manur Separe, Kabupaten Landak, lebih memilih mekanisme adat CareAdat dari pada pengadilan negara sebagaimana diatur UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang mewajibkan proses melalui pengadilan setelah mediasi gagal. Permasalahan utama dalam penelitian ini terletak pada adanya dualisme hukum, dimana perangkat adat seperti Pasirah dan Pangaraga bertindak sebagai hakim dan mediator sekaligus pengambil keputusan, sehingga menimbulkan perbedaan antara hukum positif dan hukum adat yang hidup di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme penyelesaian perceraian pada masyarakat Dayak Ahe di Dusun Manur Separe Kabupaten Landak dalam perspektif hukum positif, serta menganalisis peran perangkat adat dalam mekanisme penyelesaian perceraian tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian empiris dengan kualitatif dengan pendekatan undang-undang (statute approach) dan teori pluralisme hukum, dan teori living law. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan Pasirah, Pangaraga, sedangkan data sekunder dari studi kepustakaan berupa UU Perkawinan, dan dokumen adat. Teknik analisis meliputi reduksi, penyajian, dan verifikasi data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme Care Adat berjalan secara berjenjang mulai dari pengaduan kepada Pangaraga, musyawarah keluarga, hingga putusan final Pasirah yang dituangkan dalam Berita Acara Cerai Adat. Dalam Praktiknya, perangkat adat berperan penting menjaga ketertiban, keharmonisan, dan penyelesaian konflik berbasis musyawarah. Melalui teori pluralisme hukum, terlihat bahwa hukum adat dan hukum negara sama-sama hadir dalam ruang sosial masyarakat. Sementara itu, melalui teori living law, Care Adat terbukti sebagai hukum yang benar-benar hidup, ditaati,dan dianggap lebih sesuai dengan nilai sosial budaya masyarakat Dayak Ahe. Oleh karena itu, meskipun secara formal terdapat pertentangan dengan hukum positif, mekanisme adat tetap berfungsi efektif sebagai sarana penyelesaian yang sah secara sosial.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Perangkat Adat; Perceraian Adat; Dayak Ahe; Pluralisme Hukum; Living Law.
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum > Hukum
Depositing User: Admin Repositori 1
Date Deposited: 11 Aug 2026 03:43
Last Modified: 11 Aug 2026 03:43
URI: https://repository.oso.ac.id/id/eprint/183

Actions (login required)

View Item
View Item